Malang, yustitiamedia.com — Suasana Balai Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Selasa (30/12) siang, tampak berbeda dari hari biasanya. Puluhan pemuda duduk berjejer, menyimak dengan serius paparan yang disampaikan di hadapan mereka. Tanpa seremoni berlebihan dan jauh dari hiruk-pikuk panggung formal, ruang sederhana itu menjadi saksi sebuah ikhtiar penting: upaya kolektif melindungi generasi muda desa dari ancaman narkoba.
Di desa penyangga kawasan wisata nasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut, Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya menggelar sosialisasi bertajuk “Awas Bahaya Narkoba Masuk Desa”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemuda desa, pemerintah desa, dan pegiat anti-narkotika untuk membedah ancaman narkoba yang kian nyata merambah wilayah pedesaan.
Kepala Desa Duwet Krajan, Mulyo Siswanto, mengungkapkan kegelisahan yang selama ini ia rasakan. Menurutnya, meningkatnya arus wisata dan keterbukaan informasi memang membawa dampak positif bagi perekonomian desa, namun di sisi lain membuka celah masuknya pengaruh negatif.
“Pergaulan anak-anak muda sekarang sangat luas. Informasi datang dari mana saja—media sosial, YouTube, hingga lingkungan sekitar. Kalau tidak dibentengi sejak dini, mereka bisa dengan mudah terpengaruh,” ujar Mulyo.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemerintah Desa Duwet Krajan menggandeng GANN Malang Raya untuk memberikan edukasi langsung kepada generasi muda. Sekitar 35 peserta dari tiga dusun—Duwet Krajan, Suwaru, dan Tosari—ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bagi Mulyo, sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian materi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan desa.
“Generasi muda adalah penerus kami. Potensi mereka besar dan harus diarahkan ke hal-hal positif. Prestasi yang lahir harus prestasi yang membanggakan, bukan karena terjerumus penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, pemateri dari GANN Malang Raya, Dedik Siswanto, memaparkan realitas yang kerap luput dari perhatian publik. Ia menegaskan bahwa narkoba kini tidak lagi hanya menjadi persoalan kota besar, melainkan telah merambah hingga ke pelosok desa.
“Desa saat ini tidak lagi steril dari ancaman narkoba. Bahkan, kerap dijadikan jalur masuk dan sasaran peredaran karena dianggap lebih aman dan minim pengawasan,” ungkap Dedik.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan.
“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Desa harus berdiri di barisan terdepan, dengan kesadaran kolektif dan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi mudanya,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Ketua DPC GANN Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., yang akrab disapa Sam Tito. Melalui sambungan telepon WhatsApp, Sam Tito menegaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan anak bangsa.
“Ini adalah bagian dari kepedulian kami agar generasi muda tidak sampai terpengaruh oleh bahaya narkoba. Pencegahan harus dimulai sejak dini, dan desa memiliki peran strategis dalam membentengi anak-anak muda dari ancaman narkoba,” ujar Sam Tito.
Ia menegaskan komitmen GANN Malang Raya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa serta aparat penegak hukum (APH) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami berkomitmen membantu pemerintah dan APH dalam pencegahan narkoba. Harapannya, desa-desa di Malang Raya, termasuk Desa Duwet Krajan, bisa menjadi Desa Bersinar, desa yang bersih dan terbebas dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Sam Tito juga memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemerintah Desa Duwet Krajan yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan generasi muda.
“Apa yang dilakukan Desa Duwet Krajan patut diapresiasi. Ini contoh desa yang tidak menunggu masalah besar terjadi, tetapi bergerak lebih awal untuk mencegah,” pungkasnya.
Siang itu, sosialisasi tak hanya meninggalkan catatan materi dan diskusi, tetapi juga harapan. Harapan agar Desa Duwet Krajan—sebagai desa penyangga kawasan wisata nasional—tetap menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi generasi mudanya. Tempat mereka bermimpi, berkarya, dan menata masa depan tanpa bayang-bayang narkoba.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan