Malang  yustitiamedia.com — Perayaan ulang tahun KRA Dwi Indrotito Pradoto Adiningrat S.H., M.M atau KRA Dwi Indrotito Cahyono S.H., M.M yang akrab disapa Sam Tito, yang ke-49, sekaligus peringatan 20 tahun berdirinya Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI), berlangsung hangat dan penuh makna di Kantor Pusat KHYI Malang.

Acara ini bukan hanya menandai bertambahnya usia Sam Tito, tetapi juga menegaskan dua dekade komitmen KHYI dalam memberikan layanan hukum yang profesional dan menjangkau masyarakat luas. Dalam sambutannya, Sam Tito menegaskan bahwa momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pribadinya maupun lembaga yang ia pimpin.

“Di ulang tahun saya yang ke-49, sekaligus ulang tahun Kantor Hukum Yustitia Indonesia, ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kami dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.

KHYI yang kini berpusat di Malang dan memiliki beberapa cabang, merupakan wujud cita-cita beliau untuk menghadirkan pendampingan hukum yang mudah, terbuka, dan berkeadilan.

Sam Tito, dikenal luas sebagai sosok yang aktif dalam bidang hukum, sosial, budaya, dan gerakan anti narkoba. Melalui Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Malang Raya serta berbagai kegiatan sosial, ia terus berkomitmen memberi manfaat bagi masyarakat.

Perayaan semakin semarak dengan prosesi adat Jawa dan pemotongan tumpeng. Suasana haru terasa ketika Sam Tito menerima kejutan kue ulang tahun dari rekan media yang hadir.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan organisasi, di antaranya Anggota dan Staff KHYI Pusat, Pimpinan dan tim KHYI Sidoarjo, PAC Demokrat, LSM GMBI Tulungagung, LSM Lingkungan Hidup LGI, Ormas Madas, Ormas Sakera, Ormas BNPM, Pemuda Pancasila, PPIR,  Indonesia Damai, anggota GANN MARAYA, budayawan, tokoh masyarakat, sahabat media, hingga klien setia KHYI. Kehadiran mereka menegaskan besarnya dampak positif KHYI selama 20 tahun dalam memperjuangkan profesionalisme hukum dan pelayanan bagi masyarakat yang belum terjangkau bantuan hukum.

Dedik Siswanto, salah satu anggota Fighter dan Destroyer KHYI sekaligus aktivis, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara sederhana namun penuh kekeluargaan ini. Ia berharap Sam Tito kelak dapat menjadi pemimpin di Malang Raya karena kebijaksanaannya dalam memegang prinsip “Tatag, Teteg, Tutug” serta komitmennya memanusiakan manusia. Serta berkomitmen melestarikan Budaya Jawa dan menjaga hubungan antar umat beragama yang rukun dan damai.