Malang, yustitiamedia.com – Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan alternatif penghubung antara Desa Ketindan dan Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pasalnya, kondisi jalan tersebut saat ini rusak parah dan dipenuhi lubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup serius. Bahkan terdapat lubang dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter dan lebar mencapai satu meter yang berada tepat di tengah badan jalan. Kondisi ini semakin berisiko ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Air hujan kerap menggenangi lubang-lubang tersebut sehingga kerusakan jalan tidak terlihat oleh pengendara yang melintas. Situasi semakin rawan karena di sepanjang jalur tersebut juga minim penerangan jalan pada malam hari.
Salah satu warga Desa Ketindan, Timbul (35), mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan. Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah desa segera mengambil langkah perbaikan.
“Harapan kami tentu ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui dinas terkait atau dari pemerintah desa. Lubangnya cukup besar dan berada di tengah jalan. Saat hujan, lubang itu tertutup aliran air sehingga tidak terlihat. Ini sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya. Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang cukup padat dilalui kendaraan, terutama sepeda motor. Selain menjadi akses penghubung antara Desa Ketindan dan kawasan Kelurahan Lawang, jalan tersebut juga kerap ramai dikunjungi warga pada sore hari.
“Kalau sore hari biasanya ramai, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang. Banyak warga yang ngabuburit di sekitar sini karena pemandangannya sejuk dan cukup eksotis. Jadi semoga kondisi ini segera mendapat perhatian pihak terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Ketindan saat ditemui di kantornya pada Jumat (6/3/2026) mengatakan bahwa pihak desa sebenarnya telah mengajukan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah daerah.
“Usulan perbaikan sudah kami ajukan. Saat ini kemungkinan masih dalam proses realisasi. Harapannya tahun ini bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, jalan tersebut juga merupakan batas wilayah antara Desa Ketindan dan Kelurahan Lawang, sehingga koordinasi dengan pihak kelurahan terus dilakukan.
“Kami juga sudah mengusulkan dalam Musrenbangcam, tidak hanya perbaikan jalan yang rusak tetapi juga rencana hotmix serta pelebaran jalan agar lebih layak dan aman dilalui,” terangnya.
Terkait minimnya penerangan jalan umum (PJU), pihak desa mengaku sebenarnya sudah beberapa kali memasang lampu penerangan di jalur tersebut. Namun sayangnya, lampu-lampu tersebut kerap hilang diduga dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Penerangan sebenarnya sudah pernah dipasang, baik dari desa, swadaya masyarakat, bahkan pernah ada bantuan dari Universitas Brawijaya. Namun sudah tiga kali hilang. Ke depan kami akan mencari solusi agar penerangan tetap ada dan tidak kembali hilang,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan