Malang –yustitiamedia.com – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat Kampus NMC (Nasional Media Center) Malang. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kampus NMC menggandeng Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada 491 mahasiswa baru mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang digelar di Kampus NMC, Jalan Simpang Candi Panggung No. 133, Kota Malang, Rabu (15/7/2026), menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dibekali pemahaman sejak dini mengenai ancaman narkotika yang kini semakin masif menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, ancaman pidana bagi penyalahguna maupun pelaku peredaran gelap narkoba, hingga langkah-langkah preventif untuk menghindari pengaruh lingkungan yang berpotensi menjerumuskan mereka.
Kehadiran GANN sebagai mitra edukasi menjadi bagian dari langkah strategis Kampus NMC dalam memperkuat karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun kesadaran hukum, moral, dan tanggung jawab sosial sebagai generasi penerus bangsa.
Humas NMC Group, Agus Tommink, A.Md.Par., S.Kom., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar mencetak lulusan yang kompeten secara akademis.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Melalui kolaborasi bersama GANN, kami ingin memastikan mahasiswa baru memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkoba sehingga mampu mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan maupun peredarannya,” ujarnya.
Menurut Agus, kampus akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan karakter, edukasi hukum, dan kegiatan positif sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami berharap langkah preventif ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber dari GANN, Herri Agus Santoso, mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa baru selama mengikuti penyuluhan. Menurutnya, keterlibatan aktif peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjauhi narkoba.
“Mahasiswa baru sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak yang mengajukan pertanyaan mengenai jenis-jenis narkotika, modus peredaran, dampak penyalahgunaan, hingga cara melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang negatif. Antusiasme tersebut menjadi energi positif bagi kami untuk terus mengedukasi generasi muda,” jelas Herri.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang kerap menjadi sasaran jaringan peredaran narkoba. Oleh karena itu, pendidikan dan penyadaran sejak awal masa perkuliahan menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk membangun daya tangkal terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.
Kolaborasi antara Kampus NMC Malang dan GANN ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi masyarakat dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Kampus NMC optimistis mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, kesadaran hukum, serta siap menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan kampus dan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Sementara itu, Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kampus NMC Malang yang menjadikan edukasi bahaya narkoba sebagai bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.
Melalui sambungan WhatsApp, pria yang akrab disapa Sam Tito tersebut menilai langkah preventif yang dilakukan Kampus NMC merupakan bentuk kepedulian nyata dunia pendidikan dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kampus NMC Malang yang sejak awal masa perkuliahan telah membekali mahasiswa baru dengan edukasi tentang bahaya narkoba. Pencegahan adalah strategi yang paling efektif. Mahasiswa harus dibentengi dengan pengetahuan, kesadaran hukum, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” ujar Dwi Indrotito.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, sinergi antara institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, aparat penegak hukum, dan pemerintah perlu terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari narkoba.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada masa pengenalan kampus saja, tetapi menjadi program berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, dan pembinaan karakter. GANN Malang Raya siap bersinergi dengan seluruh institusi pendidikan dalam upaya mewujudkan kampus yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045,” tegasnya.
(Tim)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan