JOMBANG, yustitiamedia.com – Upaya membangun ketahanan pangan sejak dini terus didorong melalui dunia pendidikan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar program bertajuk “Hidroponik dan Vertical Garden Berbasis Environmental Simulation Learning: Peningkatan Perilaku Lingkungan untuk Mewujudkan Sekolah Tahan Pangan” di MAN 5 Jombang, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret UM dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan praktik ketahanan pangan berbasis sekolah. Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 tentang Ketahanan Pangan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 mengenai Aksi Iklim.
Melalui pendekatan Environmental Simulation Learning (ESL), para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai isu lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pemanfaatan lahan sekolah melalui teknologi hidroponik dan vertical garden.
Ketua Tim PKM UM, Dr. Novika Adi Wibowo, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu menciptakan solusi sederhana bagi persoalan pangan di masa depan.
“Melalui pendekatan Environmental Simulation Learning, siswa dapat memahami bahwa isu ketahanan pangan dan lingkungan tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekolah,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Dr. Novika menyampaikan materi bertajuk “Environmental Education to Create Food-Resilient School”. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, optimalisasi lingkungan sekolah sebagai ruang produktif, serta peran seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya ramah lingkungan.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi laboratorium sosial yang menumbuhkan kesadaran dan perilaku berkelanjutan bagi peserta didik.
Selanjutnya, materi mengenai “Smart Farming: Hydroponic Systems” disampaikan oleh praktisi pertanian, Jazidan Dzikri Fillah, S.P. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep pertanian modern yang efisien dan adaptif terhadap keterbatasan lahan.
Sistem hidroponik diperkenalkan sebagai alternatif budidaya tanaman yang mampu menghemat penggunaan air dan ruang, sehingga sangat relevan diterapkan di lingkungan sekolah. Selain mendukung produksi pangan lokal, teknologi ini juga menjadi sarana edukasi keberlanjutan dan penguatan kemandirian pangan berbasis komunitas sekolah.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penerapan hidroponik dan vertical garden. Para siswa didampingi narasumber untuk merancang, menanam, dan mengelola tanaman pada media yang telah disiapkan.
Melalui simulasi tersebut, siswa memperoleh pengalaman nyata tentang bagaimana teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan sekaligus menjaga kualitas lingkungan. Aktivitas ini juga diharapkan mampu membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menanamkan budaya hidup berkelanjutan sejak usia sekolah.
Pihak MAN 5 Jombang menyambut positif pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan visi sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan dan keberlanjutan. Program hidroponik dan vertical garden dinilai dapat menjadi inovasi pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman siswa, tetapi juga berpotensi mendukung kemandirian pangan sekolah.
Kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan MAN 5 Jombang ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui sektor pendidikan. Dengan memadukan pembelajaran, inovasi, dan aksi lapangan, program ini diharapkan mampu memperkuat peran sekolah sebagai pusat edukasi lingkungan sekaligus motor penggerak ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Red)



Tinggalkan Balasan