Malang, yustitiamedia.com – Pusat Etik Ilmiah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan konferensi internasional tahun 2026 melalui kegiatan koordinasi yang digelar di Ruang Seminar 1 LPPM, Graha Rektorat Lantai 6 UM, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis UM dalam memperkuat tata kelola konferensi internasional yang tidak hanya berkualitas dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi integritas akademik serta mampu bersaing di tingkat global.

Koordinasi tersebut dihadiri berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan konferensi internasional di lingkungan UM. Forum ini difokuskan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi antarunit, serta merumuskan strategi pelaksanaan konferensi agar berjalan efektif sesuai standar akademik internasional.

Berbagai aspek krusial menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari perencanaan program, pengelolaan artikel ilmiah, mekanisme peer review, publikasi prosiding, penguatan kemitraan internasional, hingga implementasi etika publikasi ilmiah. Pusat Etik Ilmiah LPPM UM menegaskan bahwa kualitas akademik dan integritas ilmiah harus menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan konferensi.

Selain menyusun langkah ke depan, forum koordinasi juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan konferensi internasional pada tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi peluang, tantangan, serta berbagai aspek yang perlu diperkuat guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan konferensi di masa mendatang.

Melalui diskusi yang berlangsung konstruktif, peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya peningkatan mutu layanan konferensi, penguatan sistem manajemen naskah ilmiah, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dari berbagai negara.

Sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong internasionalisasi, UM berkomitmen menghadirkan forum ilmiah yang mampu mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan global. Konferensi internasional dipandang sebagai instrumen penting untuk memperluas pertukaran gagasan, diseminasi hasil penelitian, sekaligus membangun kolaborasi riset yang berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya penguatan kualitas konferensi internasional mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pengembangan budaya akademik berbasis riset dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Di sisi lain, penguatan tata kelola penyelenggaraan forum ilmiah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas turut mendukung SDGs poin 16 tentang institusi yang kuat. Sementara semangat kolaborasi yang dibangun antarunit di lingkungan universitas maupun mitra nasional dan internasional menjadi wujud implementasi SDGs poin 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Melalui koordinasi yang intensif dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, UM optimistis penyelenggaraan konferensi internasional tahun 2026 dapat berlangsung sukses, menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta semakin memperkuat reputasi akademik universitas di kancah internasional.

Pusat Etik Ilmiah LPPM UM menegaskan akan terus mengawal penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang berkualitas, beretika, dan memenuhi standar internasional sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan ekosistem akademik yang unggul dan berdaya saing global. (Red)