Malang, yustitiamedia.com — Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar aksi penanaman pohon melalui gerakan “Sedekah Oksigen” di lingkungan kampus. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, pejabat UM, dan tim relawan lingkungan sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Aksi penghijauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UM dalam membangun lingkungan kampus yang sehat dan berkelanjutan melalui program UM Green Campus.

Kegiatan penanaman pohon tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penghijauan, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran ekologis seluruh sivitas akademika.

Melalui peringatan hari ozon sedunia, setiap pohon yang ditanam diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang, seperti mitigasi menipisnya lapisan ozon di atmosfer. Keterlibatan berbagai unsur UM menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan partisipasi bersama dan dapat dimulai melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., selaku Ketua UM Green Campus, menyampaikan bahwa gerakan Sedekah Oksigen merupakan bagian dari upaya membangun budaya ekologis di lingkungan perguruan tinggi.

“Penanaman pohon melalui gerakan Sedekah Oksigen merupakan bentuk nyata kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan. Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas lingkungan bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujarnya.

Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., selaku Wakil Rektor III UM, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan seluruh warga UM dalam gerakan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika untuk berkontribusi secara langsung terhadap lingkungan. Green Campus bukan hanya sebuah program, tetapi harus menjadi budaya yang diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga dan menambah vegetasi di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut juga menyampaikan pengalamannya, “Bagi saya, melalui kegatan menanam pohon ini dapat merefleksikan bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa.”

Aksi penanaman pohon dalam memperingati Hari Ozon Sedunia ini turut mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 (Climate Action) melalui aksi nyata untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan kesadaran terhadap perubahan iklim dan SDG 4 (Quality Education) karena menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran ekologis berbasis pengalaman.

Dengan demikian, peringatan hari ozon sedunia menjadi bagian dari implementasi UM Green Campus sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadikan UM yang sehat, berdampak, dan berkelanjutan.