MALANG, yustitiamedia.com – Universitas Negeri Malang (UM) kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan The 5th International Conference on Geography and Education (ICGE) 2026. Konferensi yang digelar secara hybrid pada Kamis (30/7/2026) itu mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari sembilan negara untuk membahas peran geografi dan pendidikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2024, forum ilmiah dua tahunan yang diinisiasi Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial UM tersebut kembali hadir dengan tema “Bridging Science and Society in Geography and Education for Sustainable Development”. Tema ini menekankan pentingnya menjembatani hasil riset dengan kebutuhan masyarakat agar ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian persoalan global.
ICGE 2026 menghadirkan 122 presenter dari 28 institusi serta puluhan peserta dari Indonesia, Australia, Malaysia, India, Belanda, Ukraina, Uzbekistan, Kamerun, dan Arab Saudi. Para peserta berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, hingga sektor swasta, termasuk BRIN dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Ketua Pelaksana ICGE 2026, Rivandi Pranandita Putra, mengatakan konferensi internasional ini tidak hanya menjadi forum presentasi hasil penelitian, tetapi juga ruang strategis untuk membangun jejaring akademik lintas negara.
“Melalui ICGE 2026, kami berharap para peneliti di bidang geografi, pendidikan, dan ilmu lingkungan tidak hanya bertukar gagasan ilmiah, tetapi juga membangun networking yang lebih kuat serta membuka peluang kolaborasi penelitian maupun publikasi bersama pada masa mendatang. Kami ingin konferensi ini menjadi titik awal lahirnya berbagai kerja sama internasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Rivandi, keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan utama konferensi tahun ini. Kehadiran akademisi dari berbagai negara diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam menjawab tantangan global, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, hingga pengembangan pendidikan geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.
Konferensi ini menghadirkan enam keynote speaker dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka dunia, yakni University of Melbourne, University of Illinois Urbana-Champaign, Wageningen University, Nanyang Technological University, The University of Queensland, serta Universitas Negeri Malang. Selain itu, empat invited speaker dari Malaysia turut bergabung secara daring untuk berbagi hasil riset dan pengalaman akademik.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM, Dr. Ari Sapto, M.Hum., menegaskan bahwa geografi merupakan disiplin ilmu yang berkembang sangat pesat dan memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan global.
Menurutnya, perkembangan teknologi geospasial, penginderaan jauh, kecerdasan buatan, hingga pemodelan lingkungan telah menjadikan geografi semakin relevan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“Forum ilmiah internasional seperti ICGE menjadi sarana penting untuk mempertemukan berbagai gagasan inovatif sekaligus memperkuat kolaborasi antarpeneliti dari berbagai negara,” katanya.
Selama penyelenggaraan konferensi, peserta mengikuti lima sesi pleno yang menghadirkan para pakar internasional, dilanjutkan dengan sesi paralel yang mempresentasikan berbagai penelitian terbaru di bidang geografi, pendidikan geografi, perubahan iklim, lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan. Diskusi berlangsung secara interaktif, baik bagi peserta yang hadir langsung di kampus UM maupun yang mengikuti secara daring dari berbagai belahan dunia.
Keberhasilan ICGE 2026 turut ditopang dukungan reviewer, sponsor, panitia, relawan, serta berbagai mitra yang terlibat dalam pelaksanaan konferensi. Melalui penyelenggaraan forum internasional ini, Universitas Negeri Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi akademik global dan memperkuat kontribusi keilmuan geografi serta pendidikan bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai konferensi yang digelar rutin setiap dua tahun sekali, ICGE diharapkan terus menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



Tinggalkan Balasan