TRENGGALEK, yustitiamedia.com – Sinergi antara Universitas Negeri Malang (UM) dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan di Kecamatan Panggul yang mengintegrasikan penguatan sektor pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pelestarian budaya lokal.

Salah satu kegiatan yang menjadi pusat perhatian adalah Panggul Move n Groove, sebuah agenda yang digagas Pemerintah Kecamatan Panggul dengan menghadirkan jalan sehat, bazar UMKM kuliner lokal, dan pertunjukan seni budaya khas Trenggalek. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Universitas Negeri Malang serta Dinas Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek.

Panggul Move n Groove tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana promosi produk unggulan daerah sekaligus wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Trenggalek kepada khalayak yang lebih luas.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Panggul Bambang Supriyadi, S.S., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Trenggalek Ir. Cusi Kurniawati, Kepala SMAN 1 Panggul Matlas Fadyatul Minna, S.Pd., M.Pd., Guru SMAN 1 Panggul Ari Gunawan, S.Pd., serta perwakilan Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

Di waktu yang bersamaan, UM melalui tim yang dipimpin Prof. Sumarmi juga menginisiasi program edukasi dan penguatan branding kawasan wisata di Pantai Kuyon, Desa Nglebeng. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nglebeng, Juni, dengan fokus mengembangkan potensi ekonomi berbasis integrasi sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan berbagai produk kuliner dan ekonomi kreatif yang memanfaatkan hasil laut dan hasil pertanian sebagai identitas khas kawasan. Potensi tersebut kemudian dipadukan dengan daya tarik bentang alam pesisir dan kekayaan budaya lokal untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Prof. Sumarmi, pengembangan kawasan tidak cukup hanya bertumpu pada sektor pariwisata semata, tetapi harus mampu membangun keterhubungan antar-potensi yang dimiliki masyarakat sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, Pokdarwis, pelaku UMKM, dan masyarakat ini diharapkan mampu menjadikan Kecamatan Panggul sebagai model pengembangan wilayah berbasis ekosistem darat dan laut yang terintegrasi. Selain memperkuat daya saing ekonomi lokal, pendekatan tersebut juga berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melestarikan budaya daerah.

Lebih jauh, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Pada aspek pendidikan, keterlibatan UM dalam pendampingan dan edukasi masyarakat menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara pada aspek ekonomi, penguatan UMKM, pengembangan wisata berbasis masyarakat, dan penciptaan produk kreatif lokal diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan warga, serta menciptakan lapangan kerja yang layak.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, UM dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menunjukkan komitmen bersama dalam mengangkat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Red)