DILI, yustitiamedia.com — Tindak lanjut nyata dari penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) dan Faculdade de Ciências Sociais e Políticas Universitas Nacionál Timor-Lorosa’e (FCSP UNTL) terus bergulir.

Pada Jumat (23/10/2026), Departemen Sejarah serta Program Studi Ilmu Komunikasi FIS UM resmi menandatangani Implementation Agreement (IA) bersama Departemen Komunikasi Sosial FCSP UNTL.

​Prosesi penandatanganan yang berlangsung di kampus FCSP UNTL, Dili, Timor Leste tersebut diawali dengan pendiskusian mendalam terkait poin-poin kesepakatan teknis.

Langkah ini merupakan buah dari komunikasi intensif yang telah dirintis oleh kedua pihak selama sedikitnya dua bulan terakhir.

​Dalam agenda strategis ini, Departemen Sejarah FIS UM diwakili oleh Sekretaris Departemen, Arif Subekti, S.Pd., M.A., bersama dua dosen Departemen Sejarah, Donny Maulana, S.Pd., M.Pd. dan Moch Nizam Alfahmi, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, Program Studi Ilmu Komunikasi FIS UM diwakili oleh Dr. Akhirul Aminulloh.

​Dokumen Implementation Agreement (IA) tersebut secara spesifik mengatur dua fokus kegiatan utama, yaitu penyelenggaraan Visiting Lecture (kuliah tamu) dan Research Collaboration (kolaborasi penelitian) antar-lembaga.

​Perwakilan Program Studi Ilmu Komunikasi FIS UM, Dr. Akhirul Aminulloh, menyampaikan optimisme atas peresmian kerjasama operasional ini.

“Ini menjadi momentum untuk melebarkan sayap masing-masing instansi dan mendorong diseminasi keilmuan secara lintas lembaga,” ujar Akhirul.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Departemen Sejarah FIS UM, Arif Subekti, S.Pd., M.A., menekankan nilai historis serta urgensi kolaborasi ini bagi perkembangan ilmu pengetahuan di kedua negara.

​”Kerjasama ini sangat penting mengingat secara historis Indonesia dan Timor Leste memiliki sejarah yang beririsan dan kompleks. Harapannya, dengan adanya penandatanganan IA ini, kita bisa bersama-sama menjamin inklusivitas keilmuan antar-instansi dan antar-negara,” tandas Arif.

​Dengan diresmikannya kesepakatan ini, kedua institusi bersiap mengeksekusi berbagai program akademis berkelanjutan guna memperkuat sinergi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional