JAKARTA – yustitiamedia.com – Nadia Tika Pasaribu, yang dikenal dengan nama panggung Azura Frizka, menjadi salah satu kandidat dalam ajang Wajah Pesona Indonesia 2026. Ajang pemilihan model berskala nasional ini diselenggarakan oleh PLOR Management dengan dukungan Kementerian Pariwisata RI.
Perempuan berusia 24 tahun asal Medan yang kini berdomisili di Jakarta Barat tersebut juga dikenal sebagai entrepreneur muda yang menjalankan bisnis online shop. Mengawali karier di dunia modeling sejak 2023, Azura terus mengembangkan potensinya sebagai model sekaligus influencer.
Tak hanya berkiprah di dunia modeling, Azura menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam promosi desa wisata dan UMKM, sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Azura Frizka mengatakan, dirinya ingin memanfaatkan peran sebagai figur publik untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi saya, menjadi model dan influencer bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga bagaimana kita bisa memberikan dampak positif. Saya siap membantu mempromosikan desa wisata dan UMKM agar semakin dikenal luas, sehingga dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Azura.
Sementara itu, Dwi Juniarto selaku tenaga ahli pariwisata menilai keterlibatan model dan influencer dapat menjadi strategi promosi yang potensial dalam memperkenalkan potensi wisata daerah.
“Promosi pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan model, influencer, komunitas, dan pelaku industri kreatif dapat memperluas jangkauan promosi desa wisata dan UMKM. Dengan dukungan promosi yang tepat, potensi lokal dapat semakin dikenal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dwi Juniarto.
Menurutnya, sinergi antara publik figur, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar promosi pariwisata tidak sekadar meningkatkan popularitas destinasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Melalui kiprahnya, Azura Frizka berharap dapat menjadi bagian dari gerakan kolaboratif untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan