Malang, yustitimedia.com — Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan aksi bersih-bersih sungai di lingkungan kampus dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia. Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika UM sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus. Aksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga kampus terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari komitmen UM menuju kampus yang berkelanjutan.

Kegiatan dilakukan dengan membersihkan aliran sungai dan area di sekitarnya dari berbagai jenis sampah yang berpotensi mengganggu aliran air dan mencemari lingkungan. Peserta secara bersama-sama melakukan pemungutan sampah, pembersihan area bantaran sungai, serta pengumpulan dan pemilahan sampah yang ditemukan di sepanjang lokasi kegiatan. Aktivitas tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan bagi seluruh sivitas akademika UM.

Aksi bersih-bersih sungai tersebut memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan kampus, khususnya dalam menjaga kebersihan aliran air, mengurangi potensi pencemaran, dan mempertahankan fungsi ekologis kawasan sungai. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antarsivitas akademika sekaligus menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang pembelajaran nyata mengenai praktik keberlanjutan.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui upaya menjaga kebersihan, pencegahan pencemaran air, dan menjaga kualitas air. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan pengelolaan dan perencanaan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Serta mendukung SDG 13: Climate Action melalui aksi nyata dalam menjaga kualitas ekosistem dan meningkatkan edukasi perubahan iklim. Dalam konteks pendidikan tinggi, kegiatan ini juga memperkuat implementasi konsep green campus, dengan menjadikan kampus sebagai ruang untuk menerapkan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai keberlanjutan.

Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di lingkungan perguruan tinggi.

“Menjaga sungai bukan hanya tentang membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran dan kebiasaan warga kampus untuk tidak menghasilkan serta membuang sampah sembarangan. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun budaya cinta lingkungan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di kampus,” ujar Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

Sementara itu, Doni Darmawan, S.AP., selaku Kepala Seksi Rumah Tangga UM, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga kampus dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan sungai dan lingkungan kampus merupakan tanggung jawab kita bersama. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Ke depan, kegiatan menjaga kebersihan sungai di lingkungan UM diharapkan tidak berhenti pada momentum Hari Sungai Sedunia, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan pemantauan dan pembersihan sungai secara berkala, edukasi pengelolaan sampah, penghijauan kawasan sungai, serta kolaborasi dengan sivitas akademika dan masyarakat sekitar.

Keberlanjutan gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen UM dalam membangun lingkungan kampus yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.