Malang, yustitiamedia.com – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan International Conference on Communication, Digital Ecosystem and Society (ICODES) 2026 pada 4–5 Agustus 2026. Konferensi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UM sebagai konferensi internasional pertama yang diselenggarakan.
Mengusung tema “Communication in Algorithmic Societies: Transformation, Ethics, and Participation”, ICODES 2026 diselenggarakan sepenuhnya secara virtual selama dua hari dan berhasil menarik partisipasi lebih dari 200 peserta tidak hanya dari Indonesia namun juga mancanegara.
Konferensi ini menghadirkan lima keynote speaker dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan komunikasi, yaitu Prof. Merlyna Lim, Professor of Communication and Media Studies dari Carleton University, Kanada; Prof. Yuyun Wahyu Izzati Surya dari Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga; Dr. Jeffrey Lawrence D’Silva, Deputy Director Institute for Social Science Studies, Universiti Putra Malaysia; Dr. Arran Ridley, PhD, Marketing and Digital Communications, Monash University; serta speaker dari kalangan praktisi yakni Aris Abdul Azis dari Creator Operations Mananger TikTok GO untuk menyeimbangkan antara keilmuan dengan praksis yang terjadi di dunia industri.
Selain tema utama, ICODES 2026 turut membahas berbagai subtopik strategis dalam ekosistem komunikasi digital, mulai dari media di era algoritma, jurnalisme digital dan keberlanjutan media, aktivisme digital, privasi dan etika komunikasi hingga isu komunikasi manusia dan mesin melalui AI.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM, Kun Sila Ananda S.I.Kom, M.A menyampaikan bahwa “penyelenggaraan ICODES 2026 merupakan wujud nyata komitmen program studi dalam mendorong internasionalisasi dan penguatan budaya akademik berbasis riset” ujarnya.
200 lebih peserta yang tergabung ini, sebagia besar juga merupakan presenter yang turut mengirimkan artikel yang dipresentasikan pada sesi parallel session sesuai dengan tema artikel masing-masing. 80 artikel terpilih (selected papers) akan dipublikasikan melalui dua jalur publikasi, yaitu prosiding internasional Atlantis Press dan jurnal-jurnal terindeks SINTA 2, 3, dan 4 dari mitra publikasi yang bergabung dalam penyelenggaraan ICODES 2026.
Penyelenggaraan ICODES 2026 turut didukung oleh ASPIKOM Jawa Timur, Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tribuana Tunggadewi, dan Program Studi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku co-host pada konferensi internasional ini.
ICODES 2026 memberikan dampak nyata baik bagi civitas akademika maupun masyarakat luas. Bagi dosen dan mahasiswa, konferensi ini membuka ruang diseminasi hasil riset ke jaringan akademik internasional serta mempercepat publikasi ilmiah melalui jalur prosiding bereputasi dan jurnal terindeks SINTA.
Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UM, keberhasilan ICODES 2026 memperkuat rekognisi internasional program studi dan membuka peluang kolaborasi riset serta pertukaran akademik lanjutan dengan mitra dari berbagai negara.
Sementara itu, diskusi lintas subtema mengenai etika komunikasi digital, jurnalisme berkelanjutan, aktivisme digital, dan interaksi manusia-mesin turut memberi kontribusi pemikiran yang relevan bagi penyusunan kebijakan komunikasi digital yang lebih inklusif dan bertanggung jawab di masyarakat.
Penyelenggaraan ICODES 2026 juga sejalan dengan pencapaian sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya pada poin 4.3 yaitu menjamin akses yang sama bagi semua perempuan dan laki-laki, terhadap pendidikan teknik, kejuruan dan pendidikan tinggi, termasuk universitas, yang terjangkau dan berkualitas dengan memperluas akses pendidikan dan pembelajaran berkualitas melalui forum ilmiah internasional yang terbuka bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk mengembangkan kompetensi riset dan publikasi. Selanjutnya SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), khususnya pada poin 17.17 yaitu mendorong dan meningkatkan kerjasama pemerintah-swasta dan masyarakat sipil yang efektif, berdasarkan pengalaman dan bersumber pada strategi Kerjasama melalui kolaborasi lintas negara dan lintas lembaga antara UM dengan Carleton University, Universitas Airlangga, Universiti Putra Malaysia, Monash University, TikTok GO, serta para co-host penyelenggara memperkuat kemitraan akademik global demi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang terus berkomitmen memperluas jejaring akademik internasional dan mendorong produktivitas riset dosen serta mahasiswa melalui forum-forum ilmiah berskala global seperti ICODES.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan