Malang, yustitiamedia.com – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berwawasan lingkungan melalui kegiatan penanaman lebih dari 12 ribu bibit Sansevieria yang melibatkan mahasiswa baru UM tahun akademik 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di berbagai titik lingkungan kampus tersebut menjadi bagian dari implementasi Green Campus sekaligus sarana membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak mahasiswa memasuki kehidupan akademik.

Penanaman sansivieria tidak sekadar menjadi kegiatan penghijauan, tetapi dirancang sebagai pengalaman langsung bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Mahasiswa terlibat dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau, sehat, dan nyaman.

Dengan jumlah bibit yang mencapai lebih dari 12 ribu tanaman, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UM dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam aktivitas akademik dan kehidupan kampus. Kegiatan tersebut juga memperkenalkan konsep Green Campus kepada mahasiswa baru melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa baru dalam kegiatan penghijauan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter warga kampus yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Green Campus bukan hanya tentang lingkungan kampus yang hijau, tetapi tentang membangun budaya dan karakter seluruh warga Universitas Negeri Malang agar memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan. Tanaman Sansivieria dipilih karena tanaman ini dapat menghasilkan oksigen selama 24 jam dan dapat menyerap karbon dalam skala besar.”

Ketua UM Green Campus Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan penanaman sansivieria dapat menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata.

“Mahasiswa perlu mengalami secara langsung sebuah tindakan sederhana dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan. Penanaman tanaman ini sebagai langkah bagi kita untuk sedekah oksigen dan membangun kesadaran ekologis, tanggung jawab, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.”

Keterlibatan mahasiswa baru dalam kegiatan penghijauan juga menjadi momentum untuk memperkenalkan bahwa tindakan mitigasi perubahan iklim dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Pengurangan penggunaan sumber daya secara berlebihan, pengelolaan sampah, penghematan energi, penggunaan transportasi berkelanjutan, serta pemeliharaan vegetasi merupakan contoh tindakan yang dapat dilakukan secara kolektif di lingkungan kampus.

Penanaman sansivieria oleh mahasiswa baru UM mendukung poin SDGs 13 melalui peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap perubahan iklim dan keterlibatan dalam aksi lingkungan. Selain itu, SDGs 11 dalam pengembangan lingkungan kampus yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui integrasi antara pendidikan, aksi lingkungan, dan pengelolaan kampus, UM berupaya menjadikan Green Campus sebagai gerakan bersama. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari civitas akademika, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. (Red)