MALANG – yustitiamedia.com – Semangat kemanusiaan dan keadilan sosial menjadi pesan utama dalam Deklarasi Yakuza Maneges Malang Pasuruhan Raya 2026 yang mengusung tema “Humanity & Social Justice”. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Trio 2, Kota Malang, Minggu (9/8/2026).
Deklarasi ini turut dihadiri Presiden Direktur Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI), KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., yang akrab disapa Sam Tito. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi terhadap gagasan dan gerakan sosial yang dibangun Den Gus Thuba Topo Broto Maneges melalui Yakuza Maneges.
Sam Tito menilai tema “Humanity & Social Justice” memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial tidak cukup berhenti sebagai sebuah gagasan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang konkret dan berkelanjutan.
“Beliau adalah sosok yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial. Semangat seperti ini harus kita dukung dan dijaga agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sam Tito.
Sebagai praktisi hukum, Sam Tito melihat bahwa nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memiliki hubungan yang erat dengan semangat penegakan hukum. Hukum, menurutnya, tidak semata-mata berbicara mengenai aturan dan prosedur, tetapi pada akhirnya harus mampu menghadirkan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan bagi masyarakat.
Ia memberikan penghargaan khusus kepada Den Gus Thuba Topo Broto Maneges yang dinilainya memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Menurut Sam Tito, kemampuan untuk mengajak berbagai elemen masyarakat membangun kepedulian dan memperkuat solidaritas merupakan modal penting dalam membangun gerakan sosial yang konstruktif.
Sam Tito menegaskan bahwa deklarasi seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni atau kegiatan simbolik. Deklarasi harus menjadi titik awal untuk membangun program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Komunitas maupun organisasi yang membawa nilai kemanusiaan harus mampu menerjemahkan semangat tersebut dalam kegiatan yang konkret. Deklarasi bukan akhir, tetapi justru menjadi awal dari sebuah gerakan yang konsisten dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Ia berharap Yakuza Maneges Malang Pasuruhan Raya mampu menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, serta solidaritas masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Dalam perspektif profesinya, Sam Tito juga menyoroti pentingnya memperluas akses masyarakat terhadap pemahaman dan layanan hukum. Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya memahami hak dan kewajiban mereka di hadapan hukum.
Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga praktisi hukum, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, komunitas, akademisi, dan elemen sosial lainnya.
“Kesadaran hukum masyarakat harus terus dibangun. Kolaborasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa mereka memiliki hak, tetapi juga memahami bagaimana hak tersebut dapat diperjuangkan melalui mekanisme hukum yang benar,” jelasnya.
Menurut Sam Tito, keadilan tidak boleh dimaknai sebatas persoalan menang atau kalah dalam sebuah perkara. Lebih luas dari itu, keadilan merupakan bagaimana hukum dapat memberikan kepastian, perlindungan, serta rasa adil kepada setiap orang tanpa membedakan latar belakang.
Kehadiran Sam Tito dalam Deklarasi Yakuza Maneges Malang Pasuruhan Raya 2026 sekaligus menunjukkan perhatian kalangan profesi hukum terhadap gerakan sosial yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Ia berharap semangat yang digagas Den Gus Thuba Topo Broto Maneges bersama Yakuza Maneges dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang konsisten, konstruktif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Malang dan Pasuruan Raya.
“Humanity dan social justice bukan hanya sebuah tema, tetapi nilai yang harus kita implementasikan dalam kehidupan. Kemanusiaan harus menjadi dasar dalam memperjuangkan keadilan,” pungkas Sam Tito.
Dengan demikian, Deklarasi Yakuza Maneges Malang Pasuruhan Raya 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum pembentukan sebuah wadah, tetapi juga menjadi awal penguatan gerakan sosial yang menempatkan kemanusiaan, solidaritas, kepedulian, dan keadilan sosial sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat. (Red)



Tinggalkan Balasan