Pacitan, yustitamedia.com – Departemen Sejarah UM melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan batik tulis kombinasi dan launching desain batik di Ngerjoso, Sukoharjo, Pacitan pada 1-3 Juli 2026.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara Departemen Sejarah dengan salah satu UMKM Batik di Pacitan yang bernama Batik Saji.
Tidak hanya melaksanakan pelatihan pembuatan batik, dalam kerjasama ini Departemen Sejarah dan Batik Saji juga membuat sebuah inovasi motif batik yang dinamai “Batik Watu Baksoka”.
“Batik Watu Baksoka adalah karya seni motif batik kontemporer yang memadukan struktur pola geometris dengan elemen stilasi dari alat Paleolitik Pacitanian. Elemen stilasi dibuat dari temuan alat serpih, kapak perimbas dan fosil kayu. Motif ini disusun dalam format diagonal berulang untuk menciptakan kesan dinamis, namun tetap terstruktur rapi,” terang Kepala Departemen Sejarah, Indah Wahyu Puji Utami, P.hD.
Motif batik ini dibangun oleh beberapa unsur visual utama, yaitu pola dasar yang disusun dari garis-garis silang diagonal, membentuk susunan bidang belah ketupat. Garis kerangka ini tidak dibuat lurus polos, melainkan memiliki tekstur bergerigi dan ornamen geometris kecil di dalamnya, memberikan kesan etnik dan tegas.
Motif utamanya, di dalam bidang-bidang belah ketupat, terdapat beberapa bentuk organik yang menjadi ciri khas utama seperti bentuk membulat/oval tidak beraturan. Bentuk ini distilasi dari “kapak primbas” yang menampilkan corak monofasial alat (pemangkasan batu satu sisi).
Selanjutnya bentuk lonjong meruncing yang menyerupai serpihan batu. Bentuk ini distilasi dari alat serpih yang direpresentasikan dengan bentuk lonjong dan terdapat tajaman bergerigi.
Bentuk wajik berpola serat, distilasi dari temuan fosil kayu yang menonjolkan bidang kotak dan garis-garis abstrak menyerupai serat kayu. Ornamen wajik berukuran kecil dengan titik di tengahnya sebagai elemen penyeimbang ruang kosong.
Komposisi pola disusun secara repetitif dan simetris secara diagonal, menciptakan harmoni visual yang dapat diaplikasikan secara berkesinambungan pada berbagai media. Sedang palet warna didominasi oleh palet warna bumi yang memberikan kesan hangat, klasik, dan natural.
Tidak hanya sekadar desain, motif Batik Watu Baksoka juga memiliki filosofi dan makna yang terinspirasi dari jejak sejarah budaya Pacitanian yang terdapat di Kali Baksoka.
“Bentuk-bentuk geometris yang membingkai elemen batu melambangkan keteraturan alam lingkungan prasejarah. Penggunaan warna bumi merepresentasikan hubungan manusia dan alam. Bentuk stilasi alat batu paleolitik menyiratkan pesan tentang ketangguhan dan ketahanan manusia prasejarah untuk hidup serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Secara keseluruhan, motif Batik Watu Baksoka merepresentasikan alam pikiran dan hasil budaya manusia prasejarah sebagai pesan pemaknaan dan pelestarian sejarah,” lanjutnya.
Kerja sama pelatihan batik ini bertujuan untuk mengintegrasikan keilmuan sejarah dengan praktik budaya dalam bentuk keterampilan membatik yang aplikatif dan kontekstual. Secara khusus, kegiatan juga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai historis dan filosofis batik sebagai warisan budaya, sekaligus mengembangkan keterampilan teknis membatik yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
“Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM dalam rangka mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, mendorong jiwa kewirausahaan, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan kepekaan terhadap potensi budaya lokal,” tandas Indah.
Kerjasama dan Inovasi yang tercipta dalam kegiatan ini turut serta dalam mendukung pencapaian SDGs 9 (Industri, Inovasi dan Infrastuktur) dalam hal Inovasi dan Penelitian Pengembangan, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam hal Kolaborasi Berkelanjutan.
Kedua belah pihak sepakat dan berharap kolaborasi serta kerjasama semacam ini akan terus berlanjut, guna memberikan manfaat kepada masing-masing pihak yang terlibat. (Red)



Tinggalkan Balasan