Malang, yustitiamedia.com – Sejak pagi, kawasan Pondok Pesantren Ar Riyadl Riyadlul Jannah, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mulai dipadati jemaah. Dari berbagai penjuru daerah, mereka datang untuk mengikuti satu momentum yang telah menjadi agenda penting bagi keluarga besar Majlis Maulid Wa Ta’lim Riyadlul Jannah.
Bukan sekadar menghadiri sebuah acara keagamaan, pertemuan itu menjadi ruang untuk kembali bertemu, bersilaturahmi dan menyatukan langkah setelah selama 40 malam para jemaah mengikuti rangkaian Safari Maulid di berbagai wilayah.
Minggu (27/9/2026), suasana di markas besar majelis tersebut terasa berbeda. Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam puncak Safari Maulid 40 Malam sekaligus Haul Akbar Majlis Maulid Wa Ta’lim Riyadlul Jannah.
Bahkan, menurut panitia, sejumlah jemaah dari luar negeri seperti Malaysia, Hong Kong dan Jordania turut hadir.
Bagi keluarga besar Riyadlul Jannah, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. Ketua Panitia yang juga Sekretaris Jenderal II Majlis Maulid Wa Ta’lim Riyadlul Jannah, Ahmad Sugiono, menyebut puncak Safari Maulid 40 Malam sebagai momentum ketika seluruh jemaah dipertemukan dalam satu tempat.
“Ini menjadi hari raya bagi Majlis Riyadlul Jannah. Seluruh jemaah berkumpul dalam satu momentum besar,” kata Sugiono.
Sejak pukul 05.00 WIB, rangkaian kegiatan telah dimulai. Khotmil Qur’an bil Ghoib dan pembacaan Al-Qur’an secara massal menjadi pembuka kegiatan.
Jemaah dari berbagai koordinator wilayah (korwil) mengikuti rangkaian tersebut hingga siang hari.
Selepas itu, suasana beralih menjadi lebih semarak. Pawai Akbar digelar dengan melibatkan para ketua korwil di wilayah Malang Raya. Barisan jemaah bergerak dalam satu rangkaian yang menjadi bagian dari perayaan puncak Safari Maulid 40 Malam.
Memasuki sore hari, suasana kembali khidmat melalui pembacaan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani setelah salat Asar.
Menjelang malam, rangkaian dilanjutkan dengan Ratibul Haddad dan pembacaan Maulid Burdah Al Bushiri.
Malam menjadi waktu yang ditunggu. Agenda inti puncak Safari Maulid dijadwalkan dihadiri para habaib dari Malang Raya, Jawa Timur hingga tingkat pusat. Rangkaian acara berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Di tengah rangkaian panjang tersebut, terselip satu pesan yang ingin terus dijaga oleh keluarga besar Riyadlul Jannah: tradisi keagamaan bukan hanya tentang berkumpul dalam sebuah acara, tetapi juga tentang menjaga silaturahmi dan merawat kebersamaan.
Tahun ini, semangat tersebut dirangkum dalam tema “Bersatu dalam Hikmah, Bergerak dalam Mahabbah.”
Bagi Sugiono, tema itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi harapan agar Safari Maulid 40 Malam dapat terus berjalan secara istiqamah dan berkembang dari tahun ke tahun.
“Harapan kami kegiatan ini bisa istiqomah dilaksanakan setiap tahun, terus meningkat dan semakin baik. Semoga semangat serta jumlah jemaah juga terus bertambah,” ujarnya.
Safari Maulid 40 Malam sendiri bukan kegiatan yang berlangsung hanya sehari. Rangkaian tersebut digelar sejak awal bulan Maulid dan berjalan selama 40 malam di berbagai wilayah.
Karena itu, puncak kegiatan di Kota Batu menjadi semacam titik temu. Jemaah yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah masing-masing kembali dipertemukan dalam satu agenda besar.
Dari sinilah puncak Safari Maulid memperoleh maknanya: bukan sekadar penutup rangkaian, melainkan momentum untuk memperkuat ikatan di antara jemaah.
Dan ketika rangkaian tahun ini berakhir, agenda berikutnya mulai disiapkan.
Sugiono mengatakan, keluarga besar Majlis Maulid Wa Ta’lim Riyadlul Jannah telah merencanakan kegiatan berskala lebih besar pada 2027 mendatang. Halal bihalal keluarga besar majelis direncanakan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
“Insyaallah untuk tahun 2027 kami rencanakan pelaksanaannya di Lapangan Monas Jakarta,” pungkasnya.
Safari Maulid 40 Malam pun kembali menemukan ujungnya. Namun, bagi ribuan jemaah yang hadir, berakhirnya satu rangkaian bukan berarti berakhir pula pertemuan dan kebersamaan.
Sebab, setiap pertemuan selalu menyisakan harapan untuk kembali bertemu. (Red)



Tinggalkan Balasan