BATU, yustitiamedia.com – Suasana religius bakal menyelimuti Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (27/9/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah dijadwalkan berkumpul di Markas Besar Majlis Maulid Wa Ta’lim Riyadlul Jannah, Pondok Pesantren Ar Riyadl Riyadlul Jannah.
Mereka datang untuk mengikuti puncak Safari Maulid 40 Malam sekaligus Haul Akbar. Sebuah rangkaian panjang yang selama ini digelar secara maraton di berbagai wilayah, mulai Malang Raya, Pasuruan hingga Sidoarjo.
Sejak pagi, jemaah akan disibukkan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Rangkaian dimulai pukul 05.00 WIB dengan Khotmil Qur’an bil Ghoib dan pembacaan Al-Qur’an secara massal.
Hingga siang, suasana kemudian berlanjut dengan Pawai Akbar. Jemaah dari berbagai korwil akan menyatu dalam satu rangkaian kegiatan sebelum memasuki agenda keagamaan pada sore hingga malam hari.
Pembacaan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ratibul Haddad.
Saat malam tiba, lantunan Maulid Burdah Al Bushiri akan kembali menggema. Rangkaian tersebut kemudian mencapai puncaknya hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Panitia seksi acara Safari Maulid 40 Majlis Riyadlul Jannah, Edi Santoso, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan untuk menyambut kedatangan jemaah.
Menurutnya, puncak Safari Maulid bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui selawat, doa dan kebersamaan.
“Puncak Safari Maulid 40 Malam ini merupakan puncak dari syiar peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang sudah kita jalankan secara maraton,” ujar Edi, Kamis (24/9/2026).
Ia mengajak seluruh jemaah yang hadir menjaga ketertiban sekaligus kekhusyukan selama mengikuti rangkaian acara.
Bagi para jemaah, pertemuan di Kota Batu ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti rangkaian pembacaan selawat dan doa, tetapi juga bertemu dengan sesama jemaah dari berbagai daerah dalam satu suasana kebersamaan.
Edi berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir. Kecintaan kepada Rasulullah SAW, kata dia, semestinya diteruskan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan akhlak dan pengamalan sunnah.
“Semoga selawat yang kita gaungkan bersama mampu menguatkan keimanan, melembutkan hati, dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah di antara kita semua,” tuturnya.
Lebih jauh, ia berharap momentum tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya Malang Raya dan Jawa Timur.
“Semoga dengan barokah Maulid Nabi Muhammad SAW, Allah SWT melimpahkan ketenteraman, mengangkat segala kesulitan, dan menjauhkan negara kita dari berbagai musibah,” pungkas Edi.



Tinggalkan Balasan