Kota Batu, yustitiamedia.com —Dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia tahun 2026 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UM) bersama Pemerintah dan Masyarakat Kota Batu menggelar aksi Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sungai. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, komunitas peduli lingkungan, dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah yang berada di badan dan bantaran sungai, membantu menjaga kelancaran aliran air, serta mengurangi potensi pencemaran ekosistem perairan.
Dari aspek sosial, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Keterlibatan mahasiswa juga menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.
Aksi bersih sungai dilakukan dengan melibatkan Anggota BEM UM sebanyak 150 mahasiswa dan beberapa Staf Tendik UM, serta masyarakat Kota Batu bersama-sama membersihkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di badan sungai maupun bantaran sungai.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa ke titik pengumpulan untuk dipilah dan dikelola lebih lanjut. Peserta juga melakukan pembersihan pada area sekitar sungai yang menjadi lokasi penumpukan sampah.
Aksi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui upaya menjaga kebersihan, pencegahan pencemaran air, dan menjaga kualitas air.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui partisipasi masyarakat dalam penguatan pengelolaan dan perencanaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. Serta memperkuat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, komunitas, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Akbar selaku Ketua Pelaksana Radar Pelan BEM UM menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan sungai dari sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan membutuhkan aksi nyata dan keterlibatan bersama. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami persoalan lingkungan secara teori, tetapi juga hadir dan berkontribusi langsung bersama masyarakat dalam mencari solusi,” ujar Akbar.
Sementara itu, Faul Hidayatunnafiq, M.M., selaku Kepala Subdit Sarana Prasarana UM, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Lingkungan yang baik membutuhkan kepedulian dan partisipasi dari semua pihak. Aksi bersih sungai seperti ini merupakan bentuk nyata bagaimana mahasiswa dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan. Harapannya, kepedulian tersebut tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kegiatan aksi bersih sungai diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan melalui penguatan edukasi lingkungan, pemantauan kondisi sungai, pengelolaan sampah dari sumbernya, serta perluasan kolaborasi antara UM, komunitas Saber Pungli, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan