Malang, yustitiamedia.com — UPT Pusat Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) 2026 bertajuk “Integritas Akademik di Era Digital: Tantangan dan Etika Pemanfaatan AI dalam Penelitian”, Kamis (24/9).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung B31 UPT Laboratorium Pancasila UM ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan Generative AI dalam dunia penelitian serta berbagai persoalan etika yang menyertainya.
Perkembangan teknologi AI telah membawa perubahan signifikan dalam aktivitas akademik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian literatur, analisis data, pengembangan gagasan, hingga meningkatkan efisiensi proses penelitian. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terhadap prinsip academic integrity.
Penggunaan AI dalam penelitian, misalnya, menimbulkan diskusi mengenai batas antara penggunaan teknologi sebagai alat bantu dengan tindakan yang dapat mengarah pada pelanggaran akademik. Persoalan seperti plagiarisme, fabrikasi data, orisinalitas karya, akuntabilitas hasil penelitian, hingga hak cipta menjadi bagian penting dalam diskusi akademik di era digital.
FGD menghadirkan Setio Basuki, S.T., M.T., Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Prof. Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang sebagai pemateri. Keduanya memberikan perspektif mengenai perkembangan AI dan tantangan pemanfaatannya dalam kegiatan penelitian serta publikasi ilmiah.
Dalam diskusi, pemanfaatan AI tidak hanya dilihat dari aspek kemampuan teknologinya, tetapi juga dari tanggung jawab akademik yang menyertai penggunaannya. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kejujuran ilmiah, transparansi, akuntabilitas, dan keaslian karya ketika menggunakan berbagai perangkat berbasis AI.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pentingnya disclosure atau keterbukaan mengenai penggunaan AI dalam proses penelitian. Transparansi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap proses dan hasil penelitian sekaligus memastikan bahwa teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari unsur akademisi, mahasiswa, praktisi dan peneliti dan acara tersebut berlangsung secara interaktif. Sesi diskusi memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam pemanfaatan AI untuk kebutuhan akademik.
Kepala UPT Pusat Laboratorium Pancasila UM, Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya membangun kesadaran akademik dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Kehadiran AI perlu direspons secara adaptif, tetapi tetap ditempatkan dalam kerangka nilai, etika, dan tanggung jawab akademik.
FGD ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya pemahaman bersama bahwa efisiensi teknologi dan kejujuran ilmiah bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Pemanfaatan AI justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan penelitian apabila digunakan secara proporsional, transparan, dan tetap mempertahankan peran serta tanggung jawab intelektual peneliti.
Melalui kegiatan ini, UPT Pusat Laboratorium Pancasila UM mendorong penguatan budaya akademik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjadikan integritas akademik sebagai fondasi utama dalam penelitian dan publikasi ilmiah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan