MALANG,- yustitiamedia.com – Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Ampelgading Kabupaten Malang tiga ruangan kelas XI ambruk karena diduga kontruksi tidak sesuai aturan terjadi minggu pagi (29/3/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang propinsi Jawa Timur , Dwi Anggraeni., M. Pd mengatakan, masih belum tahu bahwa itu kejadian baru tadi masih ada tamu.
” Ya Allah pak saya kaget kok ada musibah baru saya tidak tahu, ” ungkapnya.

Langkah kedepan seperti apa ini dan sudah masuk Proses belajar mengajar untuk utk besok KBM tetap berjalan dengan skema yang sudah di buat oleh Kepala Sekolah dan tim Manajement dengan memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan.
Dan Baru saja kami sudah berkoordinasi dengan tim manajemen sekolah dan komite di lokasi utk membuat informasi atau pemberitahuan kepada wali murid terkait kejadian tersebut dan berharap besok sudahbisa dibersihkan bersama tim BPBD kabupaten Malang bersama tim sekolah dibantu komite sekolah.
“Mohon doanya semua dimudahkan dan KBM bisa dialihkan ke beberapa kelas dan lab utk 3 kelas yang rusak, kelas yang ambruk kelas XI ada tiga ruang, “tegasnya.
Kemarin Kepala Dinas sdh hadir langsung ke lokasi dan sdh diambil langkah segera perbaikan diselesaikan tdk lebih dr 1 Bln agar bisa segera digunakan kembali untuk KBM, ” pungkaanya.
Yuniar Dedi, LSM Peduli Korupsi meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi dan penyelidikan secara mendalam atas ambruknya SMK negeri 1 Ampelgading kelas XI di. Tiga ruangan, karena patut diduga ada proses yang mentalahi aturan.
Sedangkan, Lasmono Ketua MKKS SMKN Kabupaten Malang ketika dikonfirmasi terkait nomor kepala. Dinas dan nomor kepala terkesan menutup nutupi atas peristiwa tersebut.
Kapolres Malang , AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., M.H.. , mengaku akan menginstruksikan anak buahnya melakukan penyelidikan secara komprehensif atas ambruknya SMKN 1 Ampelgading karena dalam pembangunannya menggunakan uang negara.



Tinggalkan Balasan