Malang/Kedah, yustitiamedia.com – Dosen Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM), Sherly Rosa Anggraeni, S.Kom., M.Kom., melaksanakan kegiatan Visiting Lecture di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Kedah, Malaysia, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

 

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Sungai Petani tersebut menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring akademik, dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi.

 

Kegiatan ini turut didampingi oleh Ketua Pusat Pengajian Sains Informasi, UiTM Cawangan Kedah, Profesor Madya Ts. Dr. Abd Latif bin Abdul Rahman, serta Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan UM, Dr. Febri Taufiqurrahman, S.Hum., M.Hum. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi bagian dari interaksi akademik antara UM dan UiTM Kedah untuk mendukung pertukaran pengetahuan serta memperkuat hubungan kelembagaan di bidang ilmu perpustakaan dan informasi.

 

Dalam kegiatan tersebut, Sherly Rosa Anggraeni menyampaikan materi bertajuk “From Digital Libraries to Intelligent Knowledge Ecosystems” yang mengangkat transformasi perpustakaan digital menuju ekosistem pengetahuan cerdas melalui pemanfaatan teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan pendekatan berbasis data.

 

Materi ini menekankan bahwa perkembangan perpustakaan tidak lagi terbatas pada digitalisasi koleksi dan penyediaan akses informasi, tetapi juga mencakup kemampuan menghubungkan berbagai sumber pengetahuan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran dan penelitian pengguna.

 

Pembahasan diawali dengan perkembangan perpustakaan digital dan berbagai tantangan yang dihadapi pengguna dalam menemukan informasi yang relevan. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada konsep intelligent knowledge ecosystem, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan sumber daya perpustakaan, informasi akademik, dan teknologi komputasional untuk menghasilkan layanan informasi yang lebih kontekstual.

 

Materi juga mencakup pemanfaatan semantic technologies, analisis hubungan antarinformasi, serta potensi kecerdasan buatan dalam mendukung penelusuran dan pengorganisasian pengetahuan.

 

Salah satu bagian utama kegiatan adalah demonstrasi Knowledge Gap Intelligence Laboratory (KGI Lab), sebuah prototipe pembelajaran interaktif yang memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi keterhubungan antara topik pembelajaran, publikasi ilmiah, dan sumber daya perpustakaan. Melalui fitur Retrieval Lab, Knowledge Map, Gap Explorer, dan What-if Lab, peserta diperkenalkan pada proses penelusuran informasi berbasis konteks, visualisasi hubungan pengetahuan, identifikasi potensi kesenjangan informasi, serta eksplorasi berbagai skenario pengembangan layanan perpustakaan.

 

Demonstrasi ini menggunakan data ilustratif untuk memperkenalkan konsep dan pendekatan analisis, bukan untuk menilai kinerja sistem perpustakaan kedua institusi.

Pendekatan pembelajaran yang memadukan penjelasan konseptual, ilustrasi kasus, dan demonstrasi teknologi tersebut ditujukan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran pustakawan dalam menghadapi transformasi digital.

 

Pustakawan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengelola dan menyediakan informasi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat membantu pengguna menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan pengetahuan secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Kegiatan Visiting Lecture ini sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif akademik mengenai perkembangan pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia dan Malaysia.

 

Melalui interaksi lintas negara, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penguatan kompetensi digital, pemahaman terhadap inovasi layanan informasi, serta pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat informasi.

 

Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan UM, Dr. Febri Taufiqurrahman, S.Hum., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Lecture ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik antara UM dan UiTM Keda.

 

“Kolaborasi internasional seperti ini membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk bertukar perspektif, mengenal perkembangan terbaru dalam ilmu perpustakaan dan informasi, serta mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret, baik melalui kuliah tamu, penelitian bersama, maupun pengembangan inovasi pembelajaran,” ujarnya.

Bagi Program Studi Ilmu Perpustakaan UM, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan bidang kepustakawanan dengan perkembangan teknologi informasi.

 

Selain memperluas jejaring internasional, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang pengembangan materi perkuliahan, kolaborasi akademik, dan penelitian yang relevan dengan transformasi layanan perpustakaan.

Pelaksanaan Visiting Lecture ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan pengalaman pembelajaran internasional.

 

Pembahasan mengenai kecerdasan buatan, teknologi semantik, dan inovasi layanan informasi berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk pengembangan infrastruktur pengetahuan digital.

Selain itu, penguatan peran perpustakaan dalam menyediakan akses informasi yang inklusif dan dapat dipercaya mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), terutama target 16.10 mengenai akses publik terhadap informasi.

 

Hubungan akademik antara UM dan UiTM Kedah juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring dan peluang kerja sama internasional dalam pendidikan tinggi.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu landasan untuk memperluas kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan UiTM Cawangan Kedah, antara lain melalui penyelenggaraan kuliah tamu timbal balik, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi pembelajaran, serta program mobilitas akademik bagi dosen dan mahasiswa.

Melalui penguatan hubungan akademik internasional tersebut, Program Studi Ilmu Perpustakaan UM terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi keilmuan, dan mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika pengelolaan informasi di tingkat global. Kegiatan Visiting Lecture di UiTM Kedah menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen UM dalam membangun ekosistem pendidikan kepustakawanan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.