Malang, yustitiamedia.com – Seiring terus berjalannya proses hukum kasus penyiraman air keras yang dimana korbannya adalah Andrie Yunus (Wakil Koordinator KontraS). Aliansi Masyarakat Malang (AMM) gelar diskusi publik bertajuk “Masa Depan Demokrasi Dibawah Rezim (Teror) Militer.

Hadir sebagai keynote speaker dalam diskusi tersebut, Dr.Muktiono, S.H, M.Phil (dosen hukum dan HAM dan Andy Irfan (Sekjen Federasi KontraS) serta dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan tinggi yang berada di Malang.

Ditemui usai gelaran diskusi publik, Andy Irfan sampaikan bahwa diskusi ini adalah bentuk perlawanan serta pengawalan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa rekan kami Andrie Yunus.

“Kami menilai Penguasa saat ini tengah mengulangi pola orde Baru, narasi ” Tentara dicintai rakyat “terus digaungkan. Pertanyaannya rakyat yang mana jika kekerasan justru dilakukan oleh oknum aparat” terangnya.

Andry juga soroti permasalahan ketika publik yang lakukan kekerasan disebut kriminal, tapi jika negara melakukannya ia hilang dalam sistem.

“Itulah wajah Failenstaat, sebagai contoh kasus yang timpa Andrie Yunus bahwa kejahatan bisa terstruktur dan impunitas Masih jadi tradisi” ungkapnya.

Ketua Federasi KontraS ini pun menyatakan rasa ironisnya pelaku kekerasan sering tidak tersentuh hukum bahkan di apresiasi.

“Ini bukan hanya sebagai kegagalan hukum tapi kegagalan negara memahami keadilan. Pertanyaannya sederhana kita diam atau melawan. ” Pungkasnya.