Malang, yustitiamedia.com – Minggu siang itu, suasana ballroom Atria Hotel Kota Malang tampak berbeda. Sejak awal registrasi, para kader Partai Demokrat dari berbagai penjuru Malang Raya berdatangan dengan wajah penuh semangat. Mereka tidak sekadar menghadiri agenda rutin partai, tetapi menyaksikan sebuah momentum penting: pendidikan politik sekaligus pelantikan Srikandi Demokrat Malang Raya.

Diiringi Mars dan Hymne Partai Demokrat, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur tampak semangat ketika membawakan lagu tersebut. Lagu Indonesia Raya pun bergema, mengawali rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga malam hari. Suasana terasa khidmat, namun tetap hangat—cerminan semangat kebersamaan para kader.

Puncak acara ditandai dengan pelantikan kepengurusan Srikandi Demokrat Malang Raya yang dipimpin langsung Ketua Srikandi Demokrat Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, S.E. Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan peran perempuan sebagai bagian penting dalam denyut kehidupan partai.

Dalam sambutan selamat datangnya, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, Drs. H. Imron, S.Ag., menyampaikan bahwa Malang Raya memiliki potensi besar sebagai ruang tumbuh kader-kader politik yang dekat dengan rakyat. Pesan itu diperkuat Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur, H. Mugianto, S.Pd., M.H., yang menekankan bahwa pendidikan politik adalah fondasi utama dalam membangun partai yang kokoh dan berkarakter.

Setelah jeda istirahat, kegiatan berlanjut dengan sesi pendidikan politik. Materi disampaikan Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Timur, H. Nur Muhyidin, S.Sos., bersama Badan Saksi Daerah, Amanah Raharjo. Diskusi berjalan cair dan interaktif.

Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari penguatan struktur partai hingga strategi menghadirkan politik yang lebih membumi di tengah masyarakat. Diskusi tersebut dipandu moderator Muhammad Arbayanto, S.H., M.H., yang menjaga suasana tetap hidup.

Menjelang penutupan, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., menyampaikan pengarahan yang menjadi penegas arah perjuangan partai. Bagi Emil, pendidikan politik bukan sekadar agenda formal, melainkan proses panjang membentuk kader yang berintegritas dan peka terhadap persoalan rakyat.

“Pendidikan politik harus melahirkan kader yang memahami ideologi, etika, dan tanggung jawab sosial. Partai tidak boleh jauh dari persoalan nyata masyarakat,” ujarnya.

Emil kemudian menyinggung berbagai isu yang dekat dengan kehidupan warga Malang Raya. Di Kabupaten Malang, ia menyoroti kesejahteraan petani. Di Kota Malang, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi perhatian. Sementara di Kota Batu, akses pendidikan dan lapangan kerja bagi generasi muda disebut sebagai tantangan yang perlu dijawab bersama.

Isu lingkungan, penataan ruang, serta mitigasi bencana juga tak luput dari perhatiannya, mengingat karakter geografis wilayah yang rawan longsor dan banjir.

Pada bagian lain, Emil memberikan penekanan khusus terhadap peran perempuan dalam politik. Ia menegaskan bahwa Srikandi Demokrat bukan sekadar pelengkap struktur organisasi.

“Srikandi Demokrat harus hadir sebagai kekuatan utama, bekerja nyata di tengah masyarakat, memperjuangkan kepentingan perempuan, keluarga, dan kelompok rentan,” katanya.

Menutup arahannya, Emil mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas, memperkuat struktur hingga ke tingkat bawah, serta mengedepankan politik yang santun dan beretika. Harapan besar pun dititipkan kepada Malang Raya sebagai salah satu pusat lahirnya kader dan pemimpin masa depan Partai Demokrat Jawa Timur.

Malam kian larut saat kegiatan resmi ditutup. Para peserta yang mengenakan Pakaian Dinas Harian Partai Demokrat meninggalkan ruang acara dengan satu semangat yang sama: membawa nilai pendidikan politik dan peran perempuan yang lebih kuat ke tengah masyarakat Malang Raya.